Web Analytics Made Easy -
StatCounter

Apakah perbedaan antara argumen dan opini biasa? Mengapa kemampuan berargumen sangat penting bagi kehidupan kita sehari-hari?

Apakah perbedaan antara argumen dan opini biasa? Mengapa kemampuan berargumen sangat penting bagi kehidupan kita sehari-hari?

Tripasik.com – Kali ini admin akan membagikan jawaban soal TVRI yang berbunyi “Apakah perbedaan antara argumen dan opini biasa? Mengapa kemampuan berargumen sangat penting bagi kehidupan kita sehari-hari?“.

Kalimat tersebut merupakan salah satu soal untuk jenjang pendidikan SMA/ SMK sederajat dalam program Belajar dari Rumah TVRI hari Senin, 10 Agustus 2020.

Apakah perbedaan antara argumen dan opini biasa? Mengapa kemampuan berargumen sangat penting bagi kehidupan kita sehari-hari?

Pada materi kali ini, para siswa-siswi SMA akan disuguhkan sebuah video berjudul Cara Berpikir Kreatif yang tayang di TVRI pada pukul 10.00 – 10.30 WIB.

Ada 4 soal yang diberikan dalam materi kali ini, salah satunya berbunyi “Apakah perbedaan antara argumen dan opini biasa? Mengapa kemampuan berargumen sangat penting bagi kehidupan kita sehari-hari?”.

Soal dan Jawaban TVRI 10 Agustus 2020 SMA

Pertanyaan

1. Apakah manfaat dari berpikir kritis terhadap kehidupan sehari-hari menurut tayangan tersebut? Lalu apa tanggapanmu?

2. Hal-hal apa sajakah yang perlu dipertanyakan menurut tayangan tersebut? Mengapa hal tersebut menjadi penting?

3. Apakah perbedaan antara argumen dan opini biasa? Mengapa kemampuan berargumen sangat penting bagi kehidupan kita sehari-hari?

4. Salah satu manfaat berpikir kritis dalam belajar adalah agar kita menjadi orang yang mudah penasaran. Penasaran seperti apakah yang dimaksud dalam tayangan tersebut? Lalu apa hubungannya rasa penasaran tersebut dengan kebiasaan bertanya?

—————————————

Jawaban

1. Manfaat dari berpikir kritis terhadap kehidupan sehari-hari menurut tayangan tersebut:

Punya kemampuan berpikir kritis banyak manfaatnya, apalagi saat belajar.

Salah satu manfaat berpikir kritis saat belajar kita menjadi orang yang mudah penasaran dan mau mencari tahu.

Dengan membiasakan diri kita untuk berpikir kritis, maka belajar kita tidak akan berhenti begitu saja.

Berpikir kritis akan membantu kita untuk mengevaluasi informasi yang kita terima saat belajar.

Karena kadang saat kita belajar di kelas, informasi yang disampaikan oleh guru tidak selalu benar.

Kebiasaan berpikir kritis akan membantu kita menjadi terbiasa untuk bertanya.

Dengan banyak pertanyaan, kegiatan belajar di sekolah jadi lebih interaktif bukan pasif lagi dan suasana belajar di kelas menjadi lebih hidup.

Hubungan rasa penasaran tersebut dengan kebiasaan bertanya akan melatih pikiran kritis kita.

Manfaatkan moment bertanya saat diminta oleh guru diakhir pelajaran. Kamu bisa bertanya apa saja dan itu bisa melatih keberanian kita dalam bertanya.

—————————————–

2. Setelah membaca atau mendengar sebuah pernyataan, kita harus menanyakan beberapa hal agar dapat menyikapi atau menanggapinya dengan kritis.

Pertama, apa kita sudah betul-betul paham arti atau definisi setiap kata di dalam informasi yang kita terima.

Kadang kita sudah paham dengan perkataan seseorang. Karena istilah yang dipakai sering muncul dalam kehidupan sehari-hari.

Tapi bisa saja ternyata maksudnya sangat berbeda dari yang kita kira.

Kedua, apa konteks dibalik informasi yang kita terima. Jika definisi berhubungan dengan arti kata, konteks berhubungan dengan latar belakang di balik sebuah informasi.

Mengetahui konteks membuat kita paham kenapa sebuah pernyataan bisa muncul. Jika kita membiasakan diri untuk mempertanyakan definisi dan konteks.

Maka ketergantungan kita pada pemikiran yang instan, dangkal, dan emosional akan semakin berkurang.

Lambat laun pemikiran yang mendalam dan sistematis akan lebih sering kita gunakan.

—————————————–

3. Perbedaan antara argumen dan opini biasa dan alasan kemampuan berargumen sangat penting bagi kehidupan kita sehari-hari:

Argumen merupakan serangkaian kalimat yang bersifat persuasif atau yang bertujuan mengubah pandangan orang terhadap suatu hal.

Contohnya mengubah pandangan dari tidak setuju menjadi setuju. Dari yakin menjadi tidak yakin.

Kemudian, yang membedakan argumen dari opini biasa adalah argumen harus terdiri dari beberapa kalimat.

Ada kalimat yang menjadi kesimpulan. Ada satu atau beberapa kalimat yang dijadikan alasan atau dasar dari kesimpulan itu.

Kalimat yang menjadi alasan atau dasar dinamakan juga premis.

Oleh karena itu opini seseorang tentang sebuah topik belum tentu dapat disebut sebagai argumen.

Opini baru baru menjadi sebuah argumen jika memiliki premis-premis yang mendukung opini tersebut.

—————————————–

4. Jawaban dapat dilihat melalui tayangan yang telah disampaikan >>> di sini

—————————————–

Itulah jawaban dari soal TVRI yang berbunyi “Apakah perbedaan antara argumen dan opini biasa? Mengapa kemampuan berargumen sangat penting bagi kehidupan kita sehari-hari?”, semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *